JagoDangdut – Raja dangdut, Rhoma Irama klarifikasi soal penampilannya di acara hajatan di Bogor. Rhoma Irama kaget dirinya bakal diproses hukum.
Rhoma menjelaskan dirinya hanya undangan dari Pak Surya. Ada perjanjian tidak ada penampilan dari Soneta Grup.
"Saya terpaksa harus klarifkasi lagi nih. Ada berita saya mau diproses hukum oleh ibu bupati Bogor. Dengan alasan Rhoma melanggar PSBB dengan penampilan live konser," ucap Rhoma.
"Bahwa saya datang itu atas undangan dari pak surya, dengan catatan dengan tidak ada penyelenggaraan penampilan SOneta Grup. Sendirian datang dengan baju sederhana saja tidak pakai jas dan batik. Undangan Pak Surya kita kumpul kumpul saja. sampai sana ramai, saya lihat panggung dan live music, bahkan penyanyi ibukota tampil disana, saya pikir sudah aman disana. Bahkan ada wayang golek sampai pagi.
"Ada berita saya mau diproses hukum."
Sebelumnya, Bupati Bogot Ade Yasin marah dan mengaku kecewa terhadap penyelenggara pesta sunatan tokoh masyarakat dan artis yang melanggar komitmen untuk tidak mengela pentas. Hal itu diungkapkan saat mengelar rapat Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor, yang dihadiri Kapolda Jabar dan Pangdam Siliwangi.
"Terkait Pamijahan (Rhoma Irama) kami dari gugus tugas tim Kapolres dan pak Dandim sudah melakukan antisipasi pada saat akan diadakannya acara Rhoma Irama. Terus kita sudah memberikan laporan bahwa ini sudah dilarang, surat sudah ada, lalu tim sudah ke sana, dan mereka tidak akan melaksanakan. Termasuk statmen dari Rhoma Irama juga tidak akan melaksanakan. Jadi kita percaya itu," kata Ade saat didampingi Kapolres Bogor, AKBP Roland Renaldy, Dandim 0621 Kabupaten Bogor Letkol Sukur Hermanto, Senin 29 Juni 2020.
Namun, lanjut Ade, penyelenggara acara Abah Surya Atmaja dan para artis yang hadir melanggar komitmen larangan pemerintah. Mereka justru menyumbang langsung yang berujung banyaknya warga yang datang menonton. Karena itu, kata Ade, pementasan diberhentikan pukul 23.00WIB.
"Tetapi pada hari H nya mereka tetap tampil, ya ini juga kita sebetulnya marah, ya kecewa juga ya, kenapa mereka melanggar komitmennya sendiri. Tetapi semalam kira juga sudah pantau dan kita sudah berusaha untuk memberhentikan jam 23 begitu," ungkap Ade.