"Terus saya buka pecel biar bisa bertahan hidup di Semarang. Nggak nyusahin orang tua lagi lah. Disitu saya nunggu pelanggan, nulis lagu, rekaman-rekaman. Kadang uangnya kurang saya hutang sana hutang sini dan lain-lain. Sampe lagu itu meledos," kata Ndarboy Genk.