Musik Melayu Deli dan Pengaruhnya terhadap Eksistensi Dangdut di Indonesia - JagoDangdut

Musik Melayu Deli dan Pengaruhnya terhadap Eksistensi Dangdut di Indonesia

gendang alat musik dangdut
Share :

Musik Dangdut mencapai puncak kepopulerannya pada tahun 1979, dianggap sebagai "tahun Dangdut" oleh majalah Tempo. Rhoma Irama dan Elvy Sukaesih mendominasi panggung musik Indonesia. Konser Dangdut bahkan diadakan di luar negeri, menunjukkan daya tarik global genre ini.

4. Era Dangdut Tahun 2000-an

Pada awal 2000-an, Dangdut mengalami perubahan aransemen untuk mengatasi rasa jenuh. Dangdut koplo muncul sebagai subgenre dengan irama gendang yang khas. Para musisi di Jawa Timur memimpin gerakan ini dengan memadukan unsur musik dangdut dengan gaya yang lebih modern. Meskipun kontroversial, dangdut koplo mampu menarik pendengar dengan irama yang lebih padat dan cepat.

Hingga kini, Dangdut tetap relevan dalam industri musik Indonesia. Penyanyi-penyanyi muda terus mengadopsi elemen-elemen Dangdut ke dalam karya-karya mereka, menciptakan paduan antara tradisi dan modernitas. Dangdut tidak hanya sekadar musik; ia menjadi bagian vital dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Perkembangan musik dangdut di Indonesia terus berlanjut hingga saat ini. Musik dangdut telah mengalami pemodifikasian entah dari alat musik ataupun aransemen yang ada.

Alat musik tradisional seperti gendang dan ukulele dikolaborasikan dengan alat musik modern seperti bass dan gitar. Aransemen yang digunakan dimodifikasi pula, tidak lagi hanya dangdut klasik namun kini dangdut digabungkan dengan pop serta koplo. Dangdut saat ini telah terbuka terhadap pengaruh bentuk musik lain, mulai dari keroncong, degung, gambus, rock, pop, bahkan house music.

Share :
Berita Terkait